seperti hujan...
tak ada teriakan yg memanggil ia jatuh dengan sendirinya lewat sesuka hatinya entah siapapun yg akan tertimpah basah olehnya...banyak makhluk yg bisa menikmati banyak juga makhluk yg sakit olehnya...
siapapun itu bisa datang dan pergi....datang dengan lari2an kecil maupun dengan larian cepat...
tentunya dengan berbagai alasan dengan beribu niat dan itu semua tetap dalam genggaman rahasia tuhan..
kita yg polos hanya dapat menyimpulkan dengan se simple mungkin....
menikmati manisnya dan hangatnya kedatangan dan itulah yg membiusku...sampai aku sedikit lengah akan sebuah niat kedatangan....
bahagia itu pernah hinggap di sinii..hinggap di tempat yg bahkan aku sendiri pernah takut untuk membiarkannya terbuka...hadir dengan sapaan lembut bagaikan malaikat...dan melihatnya sebagai sosok malaikat..hari yg di warnai dengan rapih olehnya...diapun menanamkan berbagai macam bunga sehingga seiring berjalannya waktu bunga itu tumbuh mekar dengan indah dan sempurna...
dan kami tetap buta oleh apa yg telah tumbuh....
sampai padaa titik sadarku melihat ini terlalu indah....
dan apa yg seharusnya tak di rasa mulai sangat bgtu terasa
hati mulai sedikit melepuh melihat malaikat ini telah menyelamatkan banyak wanita
hati pun mulai berkaca tajam...SEHARUSNYA TIDAK SEJAUH INI
warna indah itu bukan hanya untukku
bunga yg telah di pupuk pun bukan hanya dia tanamkan di sini..
aku salah dengan penafsiranku sendiri...
aku begitu rapuh terhadap harapan yg ku tanam kokoh..
harapan itu ternyata begitu kosong seperti angin yg semenitpun tak dapat digenggam
semua terasa begitu layu sebelum berkembang...
aku hanya di bawa terbang begitu tinggi dan di ketinggian aku di hempaskan utuk jatuh
harusnya kamu tak perlu membawa aku terbang dan mengajariku bagaimana aku terjatuh lagii...
luka ku belum cukup mengering untuk kau rangkul aku untuk terjatuh kembali...
maka sekarang melangkahlah dengan jalanmu malaikatku...jangan hanya tegas pada arus dan angin yg mengayuhmu...
kamu terlalu begitu baik untuk menyakiti wanita
maafmu saja sampai tak terhitung oleh apapun
thats why i call u my ANGEL...
very nice poem...
BalasHapus