“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive"
"Tidak akan ada masa depan bila tidak ada masa lalu. Pengkhianat terbesar adalah harapan kosong. Kenyataan terpahit adalah kenyataan yang tak setinggi harapan itu"
"dari pertama kita jadian, gue selalu ngejar dunia lo. tapi lo bukan cuma lari, tapi lo tuh terbang. gimana kita bisa jalan terus klo tempat kita berpijak aja beda" ojos
"ada saatnya cinta harus dilepas, tidak digenggam dengan begitu erat. bahwa ada saatnya kita tidak perlu berlari, tapi berhenti, melihat sekeliling. dan tersenyum"
"carilah orang yang memberikan segalanya sedangkan kamu tidak minta apa apa, bukan orang yang memberikan segalanya apa yang kamu minta.."
"kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. nggak akan jadi kenyataan"
“saya belajar dari kisah hidup seseorang. hati tidak pernah memilih. hati dipilih. jadi, kalau keenan bilang, keenan telah memilih saya, selamanya keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. karena hati tidak perlu memilih. ia selalu tahu kemana harus berlabuh”
"Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat , segala sesuatunya ada , segala sesuatunya benar . Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita"
“aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”
"Aku merasa mimpiku semakin dekat, karena bersamamu aku tidak takut lagi jadi pemimpi.”
“Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama apa yang kita pikirkan. ujung ujungnya kita juga tau kok, mana yang diri kita sebenarnya, mana yang bukan diri kita. Dan…kita juga tau apa yang kita pengen jalani.”
SEBAGIAN dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dulu, atau mendadak miskin.
Will you still love them, then?
That’s why you need commitment.
Don’t love someone because of what/how/who they are.
From now on, start loving someone, because you want to



Tidak ada komentar:
Posting Komentar